Kisah Daud | Nabil Blogger

G+


Yoshua Bin Nun       



1.  Setelah Wafatnya Nabi Musa Alaihi Salam

Setelah Nabi Musa  AS wafat, bangsa Israel dipimpin oleh Nabi Yoshua bin Nun memasuki negeri Kanaan. Tanah Kanaan itu lalu dibagi bagi kepada kedua belas suku bangsa Israel. Ia memimpin suku-suku Israel dalam penaklukan Kanaan, dan mengalokasikan tanah itu kepada suku-suku. Menurut kronologi Alkitab, Yosua hidup beberapa saat di Zaman Perunggu akhir. 

Yoshua juga memegang posisi hormat di kalangan umat Islam. Menurut tradisi Islam, dia, bersama dengan Caleb, salah satu dari dua mata-mata percaya yang dikirim Musa untuk memata-matai tanah Kanaan. Semua Muslim juga melihat Yosua sebagai pemimpin orang Israel, setelah kematian Musa. Sebagian Muslim juga percaya bahwa Yosua adalah "pengiring" Musa yang disebutkan dalam Al Qur'an, sebelum Musa bertemu Khidir dan Yosua memainkan peran penting dalam sastra Islam dengan narasi yang signifikan dalam Hadis, oleh karena itu ia adalah titik studi dalam perbandingan agama.

Namun, semenjak mereka tidak lagi memiliki pemimpin yang kuat, mereka mulai terpecah pecah. Musuh luar pun datang, tak lain musuh itu adalah bangsa Palestina, penduduk asli negeri itu. Bangsa Israil terus-menerus digempur musuh. Lama - kelamaan mereka semakin lemah dan bercerai - berai. Agama yang diajarkan Musa pun mereka ubah - ubah , sehingga tidak seperti aslinya lagi. 

Bangsa Palestina adalah orang - orang yang bertubuh besar dan kekar , semua peralatan perang mereka jauh lebih hebat dan menandingi Israel. Terlebih lagi, mereka merampas peti keramat bernama Tabout yang diyakini sebagai tempat penyimpanan Taurat. 

Dengan lenyapnya Tabout itu , banga Israel menjadi lemah. Semangat juang mereka mengendur. Persatuan di kalangan mereka sangat sulit dicapai. Tidak mengherankan kalau akhirnya mereka hidup di bawah kekuasaan Palestina. Mereka bukan bangsa yang merdeka lagi, padahal untuk mencari kemerdekaan itulah sebabnya mereka meninggalkan Mesir. 

Bangsa Israel hidup melarat, terpencar - pencar pada tanah tandus berbatu - batu. Mereka hidup bagaikan bangsa primitif, lemah dan miskin dan bahkan hidup dalam kelompok - kelompok kecil. Tapi beruntunglah dalam keadaan seperti itu, Tuhan telah mengutus seorang nabi bernama Samuel. 




Samuel dan Saul ( Thalut ) 


Samuel adalah tokoh dalam Alkitab Ibrani yang memainkan peran kunci dalam narasi, dalam transisi dari periode hakim Alkitab ke institusi kerajaan di bawah Saul, dan lagi dalam transisi dari Saul ke Daud. Ia dihormati sebagai nabi oleh orang Yahudi, Kristen, dan Muslim. Selain perannya dalam Kitab-Kitab Ibrani, Samuel disebutkan dalam Perjanjian Baru, dalam literatur rabbi, dan dalam bab kedua dari Al-Qur'an, meskipun dalam muslim tidak disebut dengan nama.

Dirinya merupakan anak dari Hannah (Ibu) dan Elkanah (Ayah)

Nama ini diucapkan (/ ˈsæmjuːəl /; [8] Ibrani: שְׁמוּאֵל, Modern Šmu'el, Tiberian Šemuʼēl; Arab: صموئيل Ṣamuil; Yunani: Σαμουήλ Samouḗl; Latin: Samūēl), dan dia disebut Samuel the Seer in 1 Chronicles .

Usaha Samuel untuk membangkitkan semangat persatuan dan kebangsaan dan membela harga diri bangsa Israel mereka sendiri tidaklah sia - sia. Sedikit demi sedikit suku - suku bangsa Israel itu dapat dihimpunnya. Kepada mereka, Samuel menganjurkan untuk merebut tanah air mereka, akan tetapi bangsa Israel tidak mempunyai seorang pemipin. Tidak seorang pun di kalangan mereka yang berani maju membela bangsanya dan mengusir bangsa Palestin.

Suatu ketika, keinginan untuk mempunyai seorang pemimpin itu sudah sangat memuncak di kalangan Israel, mereka saling bertanya, siapakah yang sepatutnya berhak mereka angkat sebagai pemimpin. Pemimpin itu haruslah orang yang kuat,cerdas,dan berwibawa. Hendaklah ia merupakan seorang raja yang perintahnya akan ditaati oleh semua rakyatnya.

Mereka mengadukan permasalahan ini kepada Samuel. Bangsa Israel sudah lama mengenal dirinya sebagai manusia pilihan Tuhan. Lalu, Samuel mengingatkan pembangkangan mereka kepada pemimpin besar mereka sendiri, Musa. Suatu ketika Musa memerintahkan bangsanya untuk menyerbu suatu negeri yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka, bangsa Israel tetap saja menolak walau Musa sendiri mengingatkan bahwa itu adalah perintah dari Allah.

Sebagai hukuman, Tuhan menghukum bangsa Israel berpuluh puluh tahun hidup mengembara di padang tandus hingga akhirnya Nabi Yoshua muncul untuk mempersatukan mereka dan memasuki negeri Kanaan.

Atas keterangan dari Samuel, para pemuda berjanji bahwa mereka bukanlah seperti generasi terdahulu, mereka akan patuh, mereka akan siap berjuang untuk mengusir para penjajah itu apapun yang terjadi. Mendengar pengakuan dari para pemuda tersebut, Samuel meminta petunjuk kepada Tuhan.

Keesokan harinya, mereka kembali mendatangi Samuel untuk menunjuk salah seorang diantara mereka yang akan dijadikan sebagai pemimpin untuk Israel. Samuel, yang kenal betul watak bangsanya, beberapa saat lamanya hanya berdiam diri. Ia mengingat bagaimana bangsanya menolak berperang dibawah perintah Nabi Musa dahulu. Lantas, muncul sesuatu di benaknya bahwa ia khawatir kalau kelak saatnya memang tiba, mereka akan menolak untuk berperang dibawah perintah sang calon raja.

" Mana mungkin kami tidak mau berperang? Bukankah kami telah diusir dari rumah rumah kami?  Bukankah kami telah dipisahkan dari anak anak kami? Percayalah! Kami akan maju berperang bagaimanapun situasinya. Kami tidak akan gentar. Kami hanya minta seorang pemimpin yang kuat, pemimpin yang pintar,berani serta berwibawa. Hanya pemimpin perkasa seperti itulah yang perintah-perintahnya hanya akan kami patuhi! " Sahut para pemuda berusaha meyakinkan Nabi Samuel.


" Jika memang begitu pengakuan kalian maka baiklah. Saya akan memohonkan petunjuk kepada Tuhan. Mudah-mudahan Dia akan mengabulkan semua permintaan kalian. " Jawab Samuel. 


Berhari - hari Samuel beristikrah. Ia sembahyang, memohon petunjuk kepada Allah. Dalam sembahyangnya itulah Allah memberikan petunjuk kepada Samuel, bahwa ia hendaklah menunjuk Saul (Thalut) menjadi pemimpin bangsa Israel. Oleh karena Samuel belum pernah mendengar nama apalagi melihat orangnya, Allah memberinya tanda-tandanya. Dengan tanda-tanda itulah Samuel akan mengenal orang itu kelak. 

Saul adalah putra Kish, seorang petani miskin. Ia termasuk kedalam salah satu suku bangsa Israel yang ke dua belas. Ia keturunan Benyamin, anak Nabi Yakub. Hidup Saul dan ayahnya sangat miskin dan sederhana sehingga hampir tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Suatu hari saat Saul sedang mencari keledainya yang lepas, ia sampai di sebuah daerah yang dinamakan Shuf, tempat tinggal Samuel. Mendengar bahwa Samuel adalah seorang nabi, Saul bermaksud untuk menemui beliau untuk menanyakan keberadaan keledainya yang hilang.

Di lereng sebuah bukit, dia bertemu dengan beberapa orang gadis yang kebetulan sedang menimba air untuk mereka bawa pulang ke rumah masing - masing. Ketika ditanya oleh Saul, mereka bilang kalau Samuel akan datang sebentar lagi karena dia sedang ditunggu oleh banyak orang di sebuah bukit tak jauh dari tempat mereka berada. Dijelaskan pula oleh mereka, bahwa Samuel akan menunjuk seorang raja bagi bangsa Israel sesuai ketetapan dari Tuhan, seorang pemimpin yang dapat mengusir rakyat Palestin!

Mendengar kata - kata gadis itu, Saul termenung. Tidak terbesit dalam pikirannya andaikan dirinyalah yang akan ditunjuk sebagai seorang raja itu. Tapi tentu hal itu tidaklah mungkin, dia tidak pernah ikut memikirkan politik, dia hanya seorang petani miskin biasa. Tidak mungkin dia akan menjadi raja untuk Israel tercinta ini, tidak mungkin. Baginya yang penting ialah ladang dan hewan ternaknya.
Selagi mereka bercakap cakap, datanglah seorang laki laki setengah umur.


" Itu Samuel!  Itu Samuel!!! "  bisik gadis - gadis itu.

Mendengar namanya disebut, Samuel cepat menoleh, bersamaan dengan Saul di waktu yang sama. Maka keduanya saling bertatapan, hati Samuel bergetar.

Samuel datang mendekat. Dipandangnya Saul tanpa berkedip. Ditelitinya wajah dan seluruh bagian tubuhnya. Dengan hati yang gembira nan puas, Samuel tersenyum lebar. Dia telah menemukan calon raja Israel yang ditunjuk oleh Tuhan.


" Aku datang kepadamu, ya Nabi Allah. Untuk menanyakan perihal keledai bapakku yang hilang. Sudah tiga hari kami berusaha mencarinya. Mudah - mudahan dengan ilmu Tuan yang tinggi itu, dapatlah Tuan memberitahukan kepadaku dimana keledai itu berada. " Kata Saul dengan suara gemetar. 


Dibalasnya pertanyaan itu dengan senyum ramah. Hilangnya keledai itu adalah atas kehendak Tuhan. Dengan cara itulah Dia mempertemukan Samuel dengan Saul. 


" Janganlah cemas, anakku. Keledaimu tidak hilang. Sekarang keledai itu sedang dalam perjalanan pulang menuju kandangnya. Sekarang tenangkanlah hatimu. Jangan kau pikirkan lagi keledai itu. 

Aku memang mencarimu untuk urusan yang lebih besar lagi . . . " Kata Samuel seraya memegang bahu Saul.   "Saya harus memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin bagi bangsa Israel. Kau akan menjadi raja mereka. Engkau harus mempersatukan Israel yang telah tercerai berai, mengangkat harkat mereka sebagai manusia. Engkau harus membebaskan mereka dari musuh musuh yang telah merebut kampung halaman dan ladang mereka. Tuhan akan menyertaimu, melindungimu, serta mengaruniaimu kemenangan demi kemenangan dalam segala sepak terjang perjuanganmu!! " 


Sukar untuk dipercaya kebenaran kata-kata Samuel itu. Bagaimana mungkin ia menjadi seorang raja? Bagaimana ia mampu memimpin suatu bangsa besar? Bukankah ia hanya seorang petani biasa? 


***


2. Saul Sang Pemimpin 

Bangsa Israel sangat bereaksi begitu mendengar kabar bahwa yang akan menjadi pemimpin mereka adalah seorang petani keturunan Benyamin yang sangat miskin dan terasing dari pergaulan. Mereka jelas memprotes Samuel, mengapa tidak mengangkat salah satu saja diantara mereka menjadi pemimpin.

"Wahai, Samuel! Bagaimanakah orang payah seperti Saul ini akan menjadi pemimpin bagi kami? Bukankah ia hanya petani miskin yang hanya memikirkan keadaan desanya yang terpencil itu? Ia bukan keturunan Levi. Bukan pula keturunan Judah. Ia tidak memiliki kepintaran,kecakapan,serta pengalaman untuk menjadi seorang raja! Kenapa engkau tidak pilih saja salah seorang diantara kami? " Mereka memprotes. 

" Sesungguhnya Tuhan telah memilihnya untuk menjadi raja bagimu. Dia menganugrahi Saul ilmu luas dan tubuh yang perkasa. Tidakkah kalian ingat akan janji kalian? " Samuel mengingatkan.

" Jika itu memang pilihan dari Tuhan, kami tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi, agar kami lebih yakin. Tunjukkanlah kepada kami suatu tanda! " Balas balik bangsa Israel. 

" Sesungguhnya Allah telah mengetahui watakmu yang keras kepala itu. Kalian memang tidak memiliki kesungguhan keimanan dalam hati kalian yang sekeras batu itu. Pergilah kamu sekalian ke padang sana. Kamu akan menemui kotak Tabout disana. Malaikat akan mengembalikannya kepadamu dari tangan bangsa Palestina. Itulah sebagai tanda bahwa Tuhan merestui Saul sebagai rajamu!" Sahut Samuel. 

Benar saja, mereka menemukan peti keramat bernama Tabout itu. Tak ada alasan lagi, mereka pun menerima penunjukkan Saul sebagai raja mereka.







Saul berusia 30 tahun saat diangkat menjadi seorang raja. Tanpa menunggu lebih lama, dia segera mempersiapkan diri dan mengumpulkan beberapa pasukan dari orang - orang yang tak punya ikatakan rumah tangga dan perdagangan ke medan perang. Salah seorang anak muda yang ikut dalam barisan Saul itu adalah seorang remaja bernama Daud dari Bethlehem, anak dari Isai. Daud diperintah ayahnya, Isai untuk menyertai keduka kakaknya yang maju ke medan perang.

Karena masih muda, Daud tidak diperkenankan maju ke garis depan. Ia hanya diberi tugas melayani kedua kakaknya di barisan belakang. Jika kakaknya lapar atau haus, maka Daud-lah yang akan melayaninya.

Sekalipun sudah merupakan tentara pilihan, Saul ingin menguji ketaatan tentaranya pada perintahnya. Sebab, masih ada sebagian dari mereka yang belum mau menerimanya sebagai raja. Tatkala tentaranya hendak menyebrangi sebuah sungai, Saul melarang mereka untuk meminum air sungai itu lebih dari dua teguk walaupun hanya sekadar untuk membasahi kerongkongan. Akan tetapi mereka tidak menghiraukan perintahnya tersebut, mereka mengambil air sungai dua cidukan tangan, hanya sekedar untuk membasahi kerongkongan.

Alangkah kecewanya Saul. Kalau menahan haus saja tidak kuat, bagaimana mereka mampu memenangkan peperangan? Hanya sebagian kecil saja yang masih teguh menuruti perintah. Biarpun tentaranya hanya tinggal beberapa orang, ia tetap bertekad untuk meneruskan peperangan. Dia ingat akan kata-kata Samuel sebelum wafatnya, bahwa Allah akan senantiasa melindunginya, senantiasa menyertainya dan mengaruniakannya kemujuran, kejayaan, dan kemenangan .....

Hingga pada akhirnya, bertemulah mereka dengan tentara Palestina yang dipimpin oleh Goliath (Jalut). Tentara Palestina jauh lebih banyak jumlahnya. Senjata mereka pun lengkap. Semuanya dilindungi oleh baju zirah. Tingginya mencapai tiga meter, tegap dan perkasa. Tentara Saul gemetar saat melihat keperkasaan musuh. Tetapi sekelompok kecil tentara Saul tetap pada pendiriannya. Bertempur hingga darah penghabisan ...



"Sudah sering terjadi, kelompok kecil menang terhadap kelompok yang besar jika Tuhan menghendakinya! Marilah kita maju terus bersama Saul!"


Dari jauh, terdengar suara Goliath, si manusia raksasa menggelegar berteriak-teriak. Membalas perjumpaannya dengan tentara Israel. 


"PENGECUT!!!! ISRAEL PECUNDANG!!!! ADAKAH DIANTARA KALIAN YANG BERANI MENANTANGKU??!!! INILAH AKU, GOLIATH , JAGOAN PALESTINA YANG BELUM PERNAH TERKALAHKAN!!"  Teriak Goliath. 


Mendengar hal itu, Saul berdoa: "Maha Puji Engkau, Ya Tuhan. Curahkanlah kebasaran atas diri kami dan kokohkanlah kami dalam pendirian kami dalam melawan orang orang kafir."



"SEKARANG PILIH SALAH SATU DARI ORANGMU DAN BIARKAN DIA KELUAR DAN BERTARUNG DENGANKU!! JIKA AKU MEMBUNUHNYA, MAKA KAMU HARUS TUNDUK PADA KITA DAN JIKA DIA MEMBUNUHKU, MAKA KITA AKAN MENYERAH PADAMU. AYO, KIRIMKAN JAGOAN KALIAN!!"  Goliath melanjutkan cemoohannya. 


Tetapi tidak ada seorang pun, termasuk Raja Saul, yang berani maju  dan berkelahi dengan raksasa itu. 

Mereka berkata satu ke yang lain:

"Jika ada orang yang mau keluar dan membunuh orang Palestin ini, raja akan memberinya penghargaan besar dan pangkat tinggi; dan putri raja akan menjadi istrinya."

Lalu tiba tiba Daud berkata di barisan belakang bertanya kepada kedua kakaknya:

"Siapakah gerangan lelaki yang berbicara dengan bangga ini melawan tentara Allah yang hidup? Mengapa tidak ada orang yang keluar dan membunuhnya?"

Saudara lelaki Daud, Eliab, berkata kepadanya:

"Jangan bicara sok gagah , kamu. Lagian pula kehadiranmu disini hanyalah untuk menonton pertempuran."

Namun Daud tidak peduli dengan kata-kata kakaknya. Dia pikir dia melihat cara untuk membunuh raksasa pembual ini; dan dia berkata:

"Jika tidak ada orang lain yang pergi, aku akan pergi keluar dan bertarung dengan musuh umat Tuhan ini."

Sahut Daud gagah ke barisan depan sementara kedua kakanya terkekeh.

Saul menatap mata Daud. Dalam hati kecilnya mengatakan bahwa anak yang berdiri didepannya itu bukanlah seorang manusia biasa.

"Beberapa hari yang lalu saya telah menangkap seekor singa yang hendak menerkam dombaku. Sebelum itu pun, saya sudah pernah membunuh seekor beruang ganas!" Kata Daud lagi meyakinkan. 

Mendengar kata-kata Daud itu, Saul tidak bimbang lagi. Daud diizinkan untuk maju ke gelanggang. Maka diberikannyalah baju zirah, topi baja pedang dan perisai kepada Daud yang kemudian ditolak olehnya.

Berkata Daud :

"Aku tidak terbiasa bertarung dengan senjata seperti ini. Biarkan aku bertarung dengan caraku sendiri." 


Jadi, Daud melepaskan baju besi Saul. Ketika semua orang di tentara telah melihat raksasa itu dengan ketakutan, Daud telah memikirkan cara terbaik untuk melawannya; dan Tuhan telah memberikan kepada Daud sebuah rencana. Daud maju ke gelanggang dengan sejata yang sederhana (ketapel). Disana , Goliah sudah menanti seraya berkoar petantang - petenteng.

Melihat Daud yang masih anak anak itu maju menentangnya, Goliath menghina dan mengejek. Goliath tidak habis pikir, kenapa bangsa Israel begitu pengecut, dengan mengirimkan seorang bocah untuk melawan seorang raksasa seperti mereka?

Sambil menyengir, Goliath berseru kepada pasukannya :


"ISRAEL BENAR BENAR PECUNDANG SEJATI!!! LI - LI - LIHAT!! BAHKAN ISRAEL DIWAKILI OLEH BOCAH BIADAB INI!!! AHAHAHAHA!!!!!!"  Goliath tertawa geli hingga mulutnya berbusa kemudian diikuti oleh semua prajuritnya.


"EH, BOCAH!!! MANAKAH PERLENGKAPAN PERANGMU, HAH?!
APAKAH KAU SUDAH BOSAN HIDUP??!
MANA PEDANGMU??!!
MANA BAJU ZIRAHMU!!
APA PULA YANG KAU PEGANG ITU ?

TONGKAT?!?
UNTUK MEMUKUL ANJING KAH ITU ?!?
ATAU UNTUK BERMAIN DENGAN TEMAN SEBAYAMU?!?   Remeh Goliath dengan nada membangga banggakan diri.



Tapi Daud tidaklah gentar.
Ia terus maju mendekat. Melihat Daud terus maju ke depan dan keseriusan Daud untuk berperang, Goliath segera berhenti tertawa dan mulai berwaspada. Ia mendekati tombak panjangnya yang dipancangkan beberapa buah tak jauh darinya. 



"HUH . . . AKU TIDAK TAHU SIAPA DIRIMU SEBENARNYA , BOCAH MUDA , TAPI AKU DAPAT MELIHAT KESERIUSANMU UNTUK MEMBUNUHKU .. TAPI SEBENTAR LAGI DAGINGMU AKAN MENJADI MAKANAN BURUNG BURUNG RAKUS."  Goliath mengancam. 



Daud membalas balik: 

"Goliath!! 
Engkau boleh menyombongkan diri dengan tombak dan pedangmu. Boleh merasa aman dilindungi baju zirah dan topi bajamu. Tapi percayalah, semuanya itu takkan mampu melindungimu. Ketahuilah, kedatanganku ini atas nama Allah, Tuhanku, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, Tuhan yang telah kau hina dan kau ejek selama ini. Sebentar lagi akan kita buktiktan, pedangmu atau tombakmulah yang akan menghabisi nyawaku atau kehendak Tuhanku yang berlaku atas dirimu!!" 



***


3. Benar   Selalu   Menang   Salah   Selalu   Kalah 

Goliath marah sekali. Pertempuran dahsyat antara Daud dan Goliath tidak dapat dipungkiri. Goliath melontarkan beberapa serangan pedang yang kemudian dapat dielakkan secara akrobatik oleh Daud dengan gerakan yang tangkas. Ayunan pedang Goliath secara tidak sengaja hanya menyayat beberapa bebatuan atau benda-benda disekitarnya.
Penonton terkagum kagum, 
Goliath masih belum menyerah, ia beralih kepada tombak untuk dilemparkan kearah Daud yang dijadikan sasaran empuk tapi karena jiwa Tuhan yang ada dalam dirinya, semua gerakan tersebut dapat dilalui bagaikan angin. 


"BEDEBAH!!! SIAPA KAU INI SEBENARNYA!!!
Teriak Goliath. Jantungnya sudah berdebar kencang dan keringat sudah bercucuran di tubuh raksasa kekarnya itu. 


"Aku adalah Daud bin Isai dari Bethlehem. Tuhan telah menjadikanku sebagai salah seorang diantara para nabi yang terpuji untuk membebaskan bangsa Israel dari kewenang-wenanganmu." 
Kobar Daud. 


"ISRAEL ADALAH MILIKKU SELURUHNYA!!! MATILAH BERSAMA JALAN YANG KAU PILIH, DAUD!!!" Timpal Goliath. 


"Heheh, cobalah kalau kau memang bisa!"  Daud mencemooh. 




David  vs  Goliath 
Link: ttps://techmoran.com/the-david-vs-goliath-battle-einsteins-theory-of-relativity-what-david-knew-sound-codes-emc2/



Goliath mulai kewalahan. Tidak ada satupun serangan yang berhasil melukainya. Dia tampaknya belum puas dengan jawaban dari siapa jati diri Daud yang sebenarnya. Mengapa dia sangat berani? Apakah ini memang suatu petunjuk dari Tuhan? Apakah pemuda ini benar seorang pemuda pilihan Tuhan? Tidak hanya Goliath, Saul pun merenungkan hal yang sama. 

"Giliranku!" katanya dari dalam hati. Daud mengambil ketapel dan batu kerikil sebagai pelurunya.


"SIAPA k--k-k-k---k-k--k-k- KAU????!!!!"


"Aku bilang ... aku adalah Daud bin Isai dari Bethlehem. Dan mulai pada saat ini, Goliath, ..... bangsa Israel tidak akan bisa diganggu gugat lagi oleh bangsa Palestina. Kau dengar aku?!?" Dia memberikan gaya pegas yang besar pada batu dan kemudian batu itu langsung meluncur bagaikan peluru setelah dilepas lalu berhasil memecahkan dahi Goliath. 

Tidak hanya satu tembakan, dia pula melepaskan tembakan kedua dan tembakan ketiga. Penglihatan Goliath berkunang - kunang. Dunia terasa berputar. Akhirnya ia rubuh ke tanah. Semua tembakan kerikil itu memecahkan tulang dahinya hingga menembus sampai ke otak, menyebabkan otaknya tercecer ke tanah begitu ia rubuh. 

Kemudian Daud berlari mendekati mayat Goliath dengan membawa pedangnya (Goliath). Setelah itu dia  memotong kepala Goliath dan mengacungkannya tinggi tinggi untuk memperingatkan bangsa Palestina bahwa pemimpin mereka telah gugur di tangan seorang bocah yang mereka remehkan. 

Melihat pemimpin mereka gugur, bangsa Palestina mulai panik dan belari menyelamatkan diri mereka sendiri. Saul dan tentara Israel mengejar mereka dan mereka pun pulang dengan membawa kemenangan yang gemilang..

Dan semua kemenangan itu berkat keberanian Daud. Daud mereka elu elukan sebagai pahlawan pembawa kemenangan yang telah menyelamatkan mereka dari kehancuran. Namun, tanpa ada siapapun yang mengetahui, kecemburuan Saul mulai menguasai dirinya ..



***



4.  Kejatuhan  Raja   Saul 

Sungguhpun nama Daud menjadi pujaan seluruh negeri, ia tetap rendah hati. Ia tidak pernah menyombongkan diri, bahkan tidak pernah menceritakan kepahlawanannya. Raja Saul pada awalnya menawarkan kepada Daud putri sulungnya, Merab. Daud bukannya menolak tawaran itu, melainkan merendahkan dirinya didepan Saul untuk dipertimbangkan di antara keluarga Raja. Oleh karena itu, Merab dinikahkan dengan Adriel, orang Meholat sedangkan Daud sendiri dinikahkan dengan Mikhal, putri Saul yang lebih muda.

Kepatuhan Daud kepada Raja Saul adalah laksana kepatuhan seorang prajurit kepada jenderalnya. Akan tetapi sayang, perlahan timbullah rasa dengki,iri hati,prasangka,dan was was dalam diri Saul. Dia khawatir nama Daud yang harum akan mencelakakan dirinya. Ia khawatir Daud akan menggeser kedudukannya sebagai raja. Lama kelamaan Saul dipengaruhi oleh pikirannya sendiri. Ia semakin yakin, bahwa Daud hendak menggulingkannya dari tahta. Beberapa cara dilakukan oleh Saul untuk menyingkirkan Daud dengan cara mengirimkannya ke misi misi yang lebih berbahaya. 

Maka, tatkala Daud melihat perubahan ayah mertuanya, ia sangat heran. Putra Saul yang bernama Yonatan yang sudah lama menjadi sahabat karib Daud berpendapat bahwa ayahnya memang menaruh rasa cemburu kepada Daud. Yonatan segera membungkukkan diri dihapan Daud sambil mencium tangannya, menandakan bahwa ia telah mengakui Daud sebagai calon raja Israel dan dia pun berjanji akan membantu Daud melarikan diri dari istana bila suatu saat Saul sudah kelewat batas.Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.

Hal serupa pula dilaporkan oleh Mikhal, istri pertama Daud itu. Dia menceritakan kecemasan ayahnya karena kecintaan rakyat kepada Daud sudah melebihi kecintaan mereka kepada rajanya. Tapi berbeda dengan Yonatan yang hendak memulai perang besar-besaran melawan ayahnya sendiri , Mikhal justru meminta Daud untuk menyadarkan kembali ayahnya. Mikhal menjadi cerminan seorang anak yang berbakti dan sayang kepada kedua orang tua. Dia menyangkal pemikiran Yonatan yang mengatakan kalau Saul itu jahat, dia tidak percaya, 

Saul mungkin hanya cemas ....



"Aku benar benar tidak mengerti semuanya ini. Tidak sedikit pun niat jahat di hatiku untuk menggantikan posisinya sebagai raja. Saya ini hanyalah seorang prajurit yang setia kepada ayahmu!" kata Daud. 

"Daud,suamiku. Aku tahu sebagai seorang manusia yang dipilih oleh Tuhan, kau tidak akan mengambil tindakan atau keputusan yang merugikan orang lain. Aku tahu apa yang telah kau rencanakan bersama Yonatan tapi aku tidak mau kehilangan ayahku. Aku lebih mengenal dia daripada kau, Daud. Akulah putrinya yang paling muda. Mintalah Tuhan untuk mengampuni dosa-dosanya. Kumohon, ini hanya kesalahpahaman saja. Tunjukkanlah padanya bahwa kau sama sekali tidak memiliki niat jahat kepadanya!" Mikhal memohon. Tanpa dirasakan, air mata mengucur deras membasahi wajahnya. 

Daud mengeringkan air mata yang mengalir deras membasahi wajah Mikhal dengan jemarinya. Untuk memberikan ketenangan, Daud memeluknya. "Jangan khawatir, Tuhan Maha Pengampun. Aku berjanji akan membawa ayahmu kembali." 

Keesokan harinya, Daud datang menghadap Saul dan meminta izinnya agar ia dapat diperbolehkan melayani raja dengan bermain harpa. (Kemungkinan pada tradisi di zaman Daud, orang-orang mendekatkan diri kepada Allah dengan cara bertasbih sambil memainkan harpa sebagai alat musik. Hal ini menjadi kepercayaan bagi penganut Kristiani bahwa setiap malaikat suci Allah selalu memainkan harpa sebagai bentuk tasbih/pujian kepada Tuhan, hal-hal seperti ini sering ada pada adegan film mancanegara)

Tapi justru Saul memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh Daud. Ketika dia sedang memainkan harpanya, secara diam-diam dia mengambil sebilah tombak. Beruntung, Daud menundukkan kepalanya di saat yang tepat sebelum lemparan tombak itu tepat menusuk wajahnya. Daud jelas sangat terkejut lalu tiba tiba Saul bangkit dari kursinya dengan geram. Diambilnya lagi beberapa tombak dan Daud segera pergi melarikan diri.

Untung saja ada beberapa pengawal yang melihat kejadian tersebut. Mereka berbondong-bondong datang untuk menarik baju Saul agar ia tidak dapat mengejar Daud yang pergi melarikan diri. Malam sudah larut. Daud tidak bisa memejamkan matanya. Akhirnya Daud menyerahkan semua persoalan itu kepada Tuhan.

Pagi harinya tanpa diduga, seorang utusan datang memberitahukan bahwa Daud dipanggil menghadap raja. Tidak lama antaranya, Daud sudah berdiri di hadapan raja.


"Daud." Kata Saul dengan muka yang pucat. "Atas kejadian kemarin, itu hanya terjadi semata mata hanya karena kesalahpahaman saja. Aku sangat menyesal. Sebagai raja, tentu aku akan menjaga harga diriku dan martabatku. Aku tidak pernah bermaksud untuk membunuhmu. Sungguh, bila kau berhati mulia, ampunilah aku dan janganlah kau sebar-sebarkan berita itu. Itu rahasia antara kau dan aku. Belakangan ini hatiku selalu risau. Musuh kita, bangsa Kanaan telah mempersiapkan tentaranya yang kuat. Mereka akan menyerbu daerah kita. Mula mula saya ragu untuk menugaskanmu. Kau tentu tahu saya sangat sayang padamu. Lagipula kau adalah menantuku. Tapi tampaknya tidak ada pilihan lain lagi. Tidak ada celah. Tugas negara jauh lebih penting. Pimpinlah tentara kita ke luar kota. Hadapi musuh di luar daerah kita. Hancurkan mereka. Bunuh mereka semua dan tawanlah beberapa diantaranya!! Saya hanya ingin mendengar berita kemenangan darimu!"

"Perintah Yang Mulia akan segera saya laksanakan. Jika Tuhan mengizinkan, saya pasti akan kembali dengan bendera kemenangan!" Sahut Daud dengan keyakinan teguh.


Daud merasa ada tipu muslihat di belakang perintah itu. Namun ia tidak ragu untuk menjalankan tugasnya. Sesungguhnya Saul sedang mengatur rencana jahat. Ia mengharapkan Daud akan gugur dalam pertempuran itu karena dia sudah tahu tentara musuh sangatlah kuat sedangkan tentara yang dibawa Daud hanya sedikit jumlahnya. Saul ingin memperoleh dua keuntungan sekaligus: Daud akan mati dan musuh pun akan ikut binasa.

Namun apa yang terjadi? Daud memimpin tentaranya menyerbu ke tengah tengah musuh yang sangat banyak jumlahnya. Seperti ada tentara malaikat yang turun membantu dari langit. Tentara musuh dihancurkan dan sebagian ada yang mereka tawan. Maka kembalilah Daud dengan bendera kemenangan. Sepanjang jalan Daud dielu elukan rakyat. Kegagahannya di medan perang semakin kesohor. Keharuman namanya sebagai pahlawan tidak ada tandingannya. Rencana jahat Saul justru malah membantu menjaga nama baik Daud. Rakyat lebih mencintai Daud daripada raja mereka sendiri. Dia semakin dikuasai oleh hawa nafsu hingga akhirnya ia memberontak melawan Tuhan dan bersumpah akan membunuh Daud.

Saul mengirim pembunuh di malam hari, tetapi Michal membantu Daud melarikan diri, menipu mereka dengan menempatkan berhala seukuran tubuhnya di tempat tidurnya. Daud melarikan diri ke kediaman Yonathan, yang hendak mengatur pertemuan dengan ayahnya di istana untuk makan malam . Sambil menikmati hidangan makan malam bersama Saul, Yonathan menjelaskan ketidakhadiran Daud, mengatakan bahwa dia telah dipanggil pergi ke saudara-saudaranya. Tetapi Saul melihat ada tipu muslihat dibalik pernyataan Yonatan untuk melindungi Daud. Maka dipanggilah olehnya beberapa utusan untuk mencari Daud dan membawanya kembali ke istana. Keesokan harinya, Yonatan bertemu dengan Daud dan mengatakan kepadanya maksud Saul. Keduanya pun mengucapkan selamat tinggal, dan Daud melarikan diri ke pedesaan. Saul kemudian menikahkan Michal dengan pria lain bernama Palti, anak dari Laish secara paksa.



***


5. Daud Sang Raja

Tentara dan rakyat sudah mengetahui bahwa Daud keluar dari istana. Desas desus tersiar luas, bahwa Raja Saul hendak membunuh panglima perang dan menantunya itu. Mereka tahu bahwa Daud adalah panglima perang gagah perkasa yang telah mengangkat derajat mereka. Ia telah menyelamatkan mereka dari ancaman musuh. Rakyat dan tentara pun berbondong bondong keluar kota untuk mencari Daud dan tatkala mereka berhasil menemukannya, mereka harus menyatakan kesetiaannya kepada Daud. 

Pengikut Daud terus bertambah dari hari ke hari. Nama Daud semakin populer kala itu dan justru sebaliknya, Raja Saul semakin tidak disenangi rakyat. Jadilah Daud sebagai raja tanpa mahkota. Hal ini membuat Raja Saul semakin geram akan kemajuan yang Daud peroleh. Tentara dan rakyat telah beralih taat kepada Daud dan tidak lagi mengakui kekuasaan Saul. Saul mendklarasikan perang. Apapun resikonya, selagi Daud masih bernafas, dia harus dilenyapkan dari muka bumi. 

Di lain pihak, salah seorang pengintai dari pihak Daud memata matai kedatangan Saul bersama rombongan tentaranya dari puncak bukit. Melihat kedatangan musuh, ia segera turun dari bukit dan melaporkan hal itu kepada Daud. Dipimpin oleh Daud sendiri, tentara dan rakyat yang setia kepadanya segera mencari tempat perlindungan dalam gua berbatu batu. Daud memerintahkan tentaranya untuk melakukan tipuan-tipuan kepada Saul dan rombongannya sebagai bentuk pengalihan perhatian. 

Tanpa disadari oleh Raja Saul dan pengikutnya, mereka telah mengikuti tipuan tipuan yang dibuat oleh Daud. Mereka terus mengejar, tapi tidak ketemu dan begitulah keadaannya hingga berhari hari. Karena kewalahan, tentara itu cepat tertidur, termasuk Saul sendiri. Ini bisa menjadi suatu kesempatan besar bagi Daud dan tentaranya untuk menghabisi mereka tapi justru Daud menolak hal itu. Justru, dia hendak memberikan pelajaran kepada Saul tanpa pertumpahan darah. 

Diiringi beberapa orang pengikutnya, Daud mendatangi tempat Saul dan pengikutnya tertidur. Daud melakukan perbuatan yang nekat sekali, perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang tidak mengenal rasa takut. Ia mengambil sendiri lembing Saul yang diletakkan dekat kepalanya. Bukan main terkejutnya Saul, tatkala ia terbangun dari tidurnya. Semua prajurit dan pengawalnya ditanyai tapi tidak ada seorang pun yang dapat memberikan jawaban yang memuaskan. 

Seorang laki laki utusan Daud datang menghadap Saul berseru :


"Lembing Tuan tidaklah hilang. Akan tetapi diambil sendiri oleh Daud ketika Tuan sedang tidak terjaga. Daud sebenarnya dapat membunuh Tuan kapanpun yang ia mau tapi bukan itu tujuannya. Beliau hanya ingin menyadarkan Tuan agar kembali insaf dan kembali ke jalan yang benar. Tidaklah Daud berusaha untuk merebut takthtamu. Dia hanya melayani selayaknya seorang prajurit yang taat kepada perintah atasannya. Hendaknya Tuan sadar kalau Tuan telah mempermalukan diri Tuan sendiri. Tidakkah Tuan ingat akan pesan pesan dari Samuel? Bertobatlah, sebelum hukuman Tuhan dan siksaan-Nya dijatuhkan atas diri Tuan! Jauhi sifat sifat buruk,dengki,iri hati,dan berprasangka yang buruk!" 

Gemetar seluruh badan Saul dan mukanya memucat. Si utusan kemudian menyerahkan lembing sebelum akhirnya dari puncak bukit, Daud dan beberapa pengikutnya terlihat berdiri. Ketakutan,kepanikan,dan sensasi terancam tiba-tiba menyelimuti dirinya. Dia merasakan seperti Daud dilindungi oleh kekuatan gaib yang Maha Dahsyat. Inilah yang dirasakan oleh Goliath sebelum kepalanya pecah oleh lemparan batu kerikil. Bukan hanya lembing saja yang diambil, Saul baru menyadari kalau panah dan kendinya pun diambilnya pula.

Dari puncak bukit tersebut, sembari memegang panah dan kendi milik Raja Saul, Daud berseru dengan suara yang menggelegar:


"Lihat! Inilah panah dan kendi Raja Saul yang telah saya ambil sendiri dari dekat lehernya. Silakan ambil ke sini. Saya tidak bermaksud membunuh Raja Saul tapi untuk memberinya peringatan agar jangan menuruti kata kata iblis terkutuk yang telah menguasai dirinya. Jika saya mau, tentulah saya dapat membunuhnya kapanpun yang saya mau. Yang Mulia , sadarlah . . . !"


Sekarang Saul sadar akan kekeliruannya. Ia akhirnya sadar, iblis terkutuklah yang telah mendorongnya untuk merencanakan pembunuhan Daud padahal Daud adalah panglima perangnya sendiri yang setia dan telah berkali kali mempertaruhkan nyawanya untuk membela negeri dan rajanya. Saul sadar ia telah berdosa besar. Ia kemudian pulang kembali ke istananya dengan langkah tertegun tegun. 

Setibanya disana, Saul merasa dirinya bukan siapa siapa, ia mulai kehilangan jati dirinya. Melalui Hantu Samuel yang Saul panggil melalui beberapa penyihir, Tuhan tidak akan mengampuni dosanya sama sekali. Tanpa siapapun yang mengetahui, Saul keluar dari istananya pada tengah malam. Ia mengembara tanpa kenal tujuan dan setelah itu ia tak pernah kembali lagi tanpa adanya kabar apapun. Ia menghilang tanpa jejak . . . . . . . 

Tidak lama setelah kepergian Saul, Daud dinobatkan sebagai raja baru Israel. Daud, yang dulunya merupakan seorang gembala dan pendorong gerobak makanan di medan perang itu, sekarang sudah menjadi raja bangsa besar. Pemerintahannya atas Kerajaan Yehuda di Hebron, dan pemerintahannya atas seluruh Israel. Memang itulah yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Tuhan memang telah memilihnya. Bukan hanya sebagai raja, tapi juga seorang nabi dalam agama Islam, Kristen, dan tentunya Yahudi. 


***


6.  Nabal  Si  Tolol

Jauh sebelum Daud menjadi seorang raja, hiduplah seorang pria bernama Nabal, suami dari Abigail.  Nabal adalah seorang pengusaha kaya raya dan sifatnya sangat bengis, keras dan kasar. Dia diancam oleh Raja Daud karena tidak mengindahkan permintaannya dan akhirnya dibunuh sendiri oleh Allah. 

Dalam beberapa cerita, Nabal tinggal di kota Maon, dan memiliki banyak tanah di kota Carmel, serta banyak domba dan kambing. Peristiwa ini terjadi ketika Daud (sebelum dinobatkan sbg raja) mengirimkan beberapa utusan untuk meminta upeti karena merasa telah berjasa menjaga kambing domba Nabal di Gunung Paran dalam pelariannya dari Raja Saul. Daud sendiri akhirnya marah karena hinaan Nabal yang menolak memberikan upah kepada utusan Daud itu.

Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Daud sebagai seorang raja, ia dan pasukannya kembali ke kota Maon untuk membuat Nabal membayar kesalahannya itu. Daud memasuki gerbang kota itu dengan bermuka masam, dia tidak akan kembali sebelum Nabal ditemukan dan dibunuh. 

Namun Abigail (istri dari Nabal) tahu persis bahwa jika Daud marah maka suaminya akan bernasib buruk, sehingga Abigail memohonkan ampun. Dalam peristiwa itu, Abigail membawakan makanan bagi pasukan Raja Daud, dan dari situ pula akhirnya Daud tampak bersimpati pada kebijaksanaan Abigail. Daud mengabulkan permohonan Abigail dan tidak menyerang Nabal. Namun setelah 10 hari, Tuhan sendiri yang memukul Nabal dan akhirnya Nabal mati dalam keadaan mabuk. Setelah itu Daud menyuruh pasukannya untuk menjemput Abigail dan mengambilnya sebagai istri. Diceritakan bahwa memang Abigail cantik dan bijaksana, sehingga Daud mengambilnya sebagai istri.




Ilustrasi  Kematian  Nabal  Dalam  Pelukan  Abigail 



***


7.  Sebagai Tanda Balas Budi Daud Untuk Yonatan, Sang Sahabat

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya ,
Yonatan adalah salah satu dari 4 putra Raja Saul dan sahabat karib Raja Daud. Persahabatan antara keduanya adalah salah satu yang paling terkenal dalam beberapa kitab. Yonatan pertama kali disebut di Alkitab dalam pasal 13 Kitab 1 Samuel, di mana ia memimpin 1000 orang tentara di Gibea, Benyamin, sementara Saul, ayahnya, memimpin 2000 orang tentara di Mikhmas, di pegunungan Betel.

Yonatan memukul kalah pasukan penduduk orang Palestina yang ada di Geba. Dalam pertempuran berikutnya, Yonatan dengan ditemani hanya oleh bujang pembawa senjatanya, maju ke perkemahan orang Filistin dan membunuh 20 orang dalam jarak kira-kira setengah alur dari sepembajakan ladang (kira-kira seperempat hektare),membuktikan "ketangkasan dan keberanian sebagai perwira."

Namun, sesudahnya ia memakan madu tanpa mengetahui bahwa ayahnya telah mengatakan "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku."Saul berniat menghukum mati Yonatan atas perbuatan ini, tetapi tidak jadi karena protes keras dari para prajuritnya yang mengagumi kemenangannya dan mengakui bahwa "dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati. 

Ketika Saul, yang iri hati akan ketenaran Daud serta curiga bahwa Daud dipilih Tuhan menggantikan Saul, berniat membunuh Daud, Yonatan membantu Daud melarikan diri, bahkan meminta Daud untuk tidak memutuskan kasih setia terhadap keturunannya sampai selamanya, menunjukkan bahwa Yonatan mengakui Daud sebagai calon raja. Saul curiga bahwa Yonatan bersekongkol dengan Daud dan memanggilnya "Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu?"

Yonatan mati tragis di pegunungan Gilboa dibunuh oleh orang Palestina bersama-sama dengan dua saudaranya, Abinadab dan Malkisua.  Putra Yonatan, Mefiboset, kemudian diundang Daud untuk tinggal di Yerusalem dan makan sehidangan dengannya sebagai tanda balas budi Daud atas Yonatan, sahabatnya itu. 


***


8.  Dosa  Yang  Tak  Pernah  Terlupakan

Raja Daud menikahi banyak wanita di Yerusalem dan ia menginginkan Michal kembali. Menanggapi permohonan sang raja, Ish-boshet, putra Saul, menyerahkan Michal kembali kepada Daud, yang menyebabkan kesedihan besar bagi suaminya (Palti). Walaupun demikian, Daud tidak pernah memiliki anak dari Michal. 

Ketika jumlah wanita yang Daud nikahi sudah mencapai 99 orang. Daud masih ingin menggenapkannya hingga menjadi 100 orang. Suatu ketika beliau sedang melakukan ibadah, datanglah iblis kepadanya dalam wujud burung merpati emas. Terpesona oleh keindahannya, Daud meninggalkan ibadah hanya untuk menangkap burung tersebut sampai akhirnya burung itu berhasil melarikan diri dari istana melalui jendela yang terbuka. Daud jelas merasa sial namun tiba tiba pandangannya teralih ke arah seorang wanita cantik jelita yang sedang mandi di pemandian dalam kondisi telanjang.





Foto  Bathsheba  di  pemandian  mengandung  unsur  ketelanjangan (bugil)  atau  lebih  singkatnya  mengandung  unsur pornografi yang tidak senonoh. 





Nama dari wanita tersebut adalah Bathsheba binti Eliam, istri dari Uria. Daud jelas tidak dapat melepaskan penglihatannya dari indahnya pemandangan itu. Dalam kondisi telanjang, Bathsheba tidak menyadari dirinya diperhatikan oleh sang raja dari atas melalui jendela. Begitu ia menyadarinya, ia segera menjulurkan rambutnya untuk menutupi tubuh dan auratnya meskipun tidak sepenuhnya tertutup. Bukan main malunya dia.

Daud begitu geram ketika mengetahui bahwa Bathsheba ternyata sudah memiliki seorang suami (Uria). Untuk menyingkirkan Uria agar mendapatkan Bathsheba, Daud mengutus jendralnya yang bernama Joab untuk mengirim Uria ke medan perang hingga akhirnya ia tewas dalam peperangan tersebut.

Setelah Daud membuat Uria terbunuh atau singkatnya "Daud telah membunuh Uria" dia akhirnya menikahi Bathsheba, maka genaplah Daud memiliki 100 orang istri. Bathsheba merupakan ibu dari Nabi Sulaiman as.

Untuk menyadarkan Daud, Tuhan mengutus dua malaikat dalam wujud sebagai manusia dimana salah seorang diantara mereka menjadi seorang pemuda bernama Natan.


"Saudaraku ini mempunyai 99 ekor domba betina, sedangkan aku hanya mempunyai seekor. Akan tetapi saudaraku ini terus menuntut kepadaku agar kuserahkan dombaku yang hanya seekor itu kepadanya agar lengkaplah domba betinanya menjadi 100 ekor. Ia mengajukan beribu macam alasan, sehingga sulit bagiku untuk menolaknya. Lagipula ia memang lebih pintar berdebat daripadaku. Kami mohon kepada mu, wahai Daud untuk memberikan keputusan yang adil."  


"BENARKAH APA YANG DIKATAKAN OLEH SAUDARAMU ITU?!?" Tanya Raja Daud kepada laki laki yang seorang lagi


" Saya tidak akan berkata bohong." Kata orang itu. 


"Kalau begitu demikian keadaannya, maka engkau telah berbuat tidak adil kepada saudaramu ini. Kau telah menginjak injak hak asasinya sebagai manusia. Sudah sepantasnya kau ini mendapat hukuman yang setimpal." Kata Raja Daud emosi. 


"Hai, Daud! Sebenarnya engkaulah yang sepatutnya mendapatkan hukuman yang hendak engkau timpakan kepadaku itu. Bukankah kau telah memiliki 99 orang istri? Belum puaskah engkau? Kenapa pula engkau masih mempersunting seorang gadis dan membunuh suaminya demi menggenapkannya? Padahal tunangan dari gadis itu adalah manusia tidak berdosa dan engkau mengirimnya ke medan perang agar ia terbunuh. Sebenarnya, Uria adalah seorang prajuritmu yang sedang berjuang membela negaramu!" kata orang itu dengan beraninya. 



Raja Daud terkesiap. Selagi ia masih terpukau kaku oleh kata kata orang itu, tiba tiba tamu tak diundang itu sudah gaib. Bukan main terkejutnya Daud. Sekujur tubuhnya gemetar ketakutan karena ia sudah sadar bahwa kedua laki laki tadi adalah malaikat yang disuruh oleh Tuhan untuk menegurnya. Saat itu juga bercucuranlah air mata Daud. Ia mohon pengampunan atas perbuatannya yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. 

Segeralah dia tersungkur sujud sambil menangis. Dia menangis selama empat puluh hari tidak pernah bangkit kecuali untuk kebutuhan mendesak, sehingga tanah yang terkena tetesan air matanya sampai tumbuh rumput. Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Wahai Daud, baerdirilah, Aku telah mengampuni dosamu.” Maka Nabi Daud berkata, “Ya Allah, saya mengetahui bahwa Engkau telah mengampuniku, namun jika nanti pada hari kiamat, Uria datang menenteng kepalanya yang berlumuran darah, lalu dia berkata, “Ya Allah, tanyalah Daud, kenapa dia membunuhku?” maka Allah berfirman, “Jika demikian, maka Aku akan memanggil Uria, dan akan Aku pinta keikhlasannya untukmu, yang dengannya akan Aku balas dengan surga, niscaya dia akan merelakannya untukmu.” Daud berkata, “Sekarang saya benar-benar tahu bahwa Engkau telah mengampuniku.”


Melalui teguran itu, Daud akhirnya sadar diri, malu akan nama baiknya tercemar. Kedudukannya serta pangkat tingginya sebagai seorang raja membuatnya haus akan kekuasaan dan berbuat semaunya dengan mengatasnamakan Tuhan dan hukum. Daud terus mempersunting wanita walaupun sudah memiliki suami, dan membunuh siapapun tanpa adanya bukti yang jelas.

Hal serupa dilakukan oleh Raja Saul tapi perbedaan antara keduanya adalah Daud sendiri bukanlah manusia sembarang biasa. Tuhan telah menaikkan pangkat,derajat,kedudukan,dan posisinya sebagai raja yang memimpin suatu bangsa besar. Terlebih dari itu, ia adalah seorang nabi. Tidaklah pantas bagi seorang nabi untuk melakukan sesuka nafsunya. Seorang nabi hendaknya memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya.



***


9. Kenaikan  Sulaiman

Diantara anak anak Daud lainnya, hanya Sulaiman (anak dari Bathsheba) yang dijanjikan suatu kerajaan besar oleh Tuhan melalui mimpinya dan diangkat menjadi salah satu nabi dan rasul usai ayahandanya, Daud, wafat. Bukan hanya berkuasa atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk makhluk halus seperti jin, dll, bahkan angin adalah kendaraannya.  


Kepintaran Sulaiman dalam memutuskan suatu perkara yang adil terbukti ketika Daud didatangi oleh pemilik kebun yang menggugat suatu persoalan dimana kambing peliharaan tetangganya telah memusnahkan ladang miliknya. Raja Daud memberikan keputusan dengan tegas bahwa kesalahan jelas berada di pihak pemilik kambing karena sudah teledor menjaga kambing peliharaannya sehingga ia harus mengganti kerugian si pemilik kebun

Tapi tiba tiba Sulaiman angkat bicara dengan pertimbangan lain bahwa hendaklah si pemilik ternak menyerahkan ternaknya kepada pemilik kebun tetapi tidak untuk selamanya. Selama ternak itu di tangan pemilik kebun, ia haruslah merawat dengan sebaik-baiknya. Hasilnya seperti bulunya,susunya,anaknya, menjadi milik si pemilik kebun sedangkan kebun miliknya harus diserahkan kepada si pemilik kambing. Ia harus memperbaiki pagarnya dan menanam kembali segala tanaman yang rusak.

Kalau kebun itu sudah kembali seperti semula, hendaklah dikembalikan kepada pemiliknya. Dan ia pun memperoleh kembali binatang peliharaannya. Dengan demikian, maka tidak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan.

Raja Daud sangat senang. Walaupun Sulaiman masih kecil, ia dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Sejak peristiwa itu, Daud yakin bahwa Tuhan sendiri telah menunjuk Sulaiman sebagai penggantinya.


Namun siapa tahu jika putra ketiga Daud yang bernama Absalom dari istri yang bernama Maakha enggan untuk menerima kenyataan. Ia menjelajahi seluruh negeri, memasuki desa kecil dan kota kota untuk mengumpulkan pasukan yang dapat membantunya memberontak melawan Raja Daud.  Sekarang pengaruhnya sudah meluas di segala lapisan masyarakat bahkan pengawal dan pegawai istana Daud disogoknya hingga berpihak kepadanya.

Setelah jumlah pengikutnya merajalela dari berbagai kalangan,
Absalom memulai pemberontakannya melawan ayahnya sendiri, padahal Absalom dulu adalah putra kesayangan Daud. Ketika dia pergi ke Gesur selama tiga tahun, Daud sangat merindukan kepergiannya.

Mereka berjalan menuju istana Daud sambil mengelu-elukan nama Absalom dan menuntut Daud untuk turun takhta dan menyatakan bahwa Absalom adalah raja baru Israel. Kota Yerusalem yang aman tenteram itu menjadi kacau balau. Dimana mana terjadi perkelahian. Istana Daud dipertahankan mati matian oleh para pengikutnya.

Mengetahui bahwa Raja Daud sudah meninggalkan istana, bersorak sorailah pengikut Absalom. Mereka memasuki istana dengan penuh kemenangan. Absalom memasuki istana, lalu menuju singgasana tempat ayahnya biasanya duduk. Para pengikutnya lalu menobatkannya sebagai raja.

Absalom dan pengikutnya berpesta pora di istana. Semua rakyat dibiarkan hidup sengsara dan siapapun yang menentang pemerintahannya atau ketahuan memihak Daud akan dibunuh dengan sewenang wenang.

Atas petunjuk Allah yang diterimanya, maka tidak ada jalan keluar lagi bagi Daud selain berperang melawan darah dagingnya sendiri demi memperebutkan Yerusalem kembali. Dia memerintahkan panglima perang untuk memimpin tentara memasuki kapital Yerusalem dan sebaik mungkin usahakan agar pertumpahan darah tidak terjadi, lalu tanpa harus membunuh Absalom.

Tentara yang setia kepada Daud lalu menggebu memasuki Yerusalem dan sebagian besar langsung mengepung istana. Kepada Absalom, mereka minta untuk menghentikan perlawanan dan menyerah saja tapi Absalom tidak peduli dan secara terbuka mendeklarasikan perang.

Pertempuran sengit tak dapat dihindari lagi. Kedamaian, ketentraman, dan ketertiban di Yerusalem terganggu. Tapi akhirnya, perang dapat dimenangkan dari pihak Daud. Absalom sendiri tewas dengan cara menyedihkan, yaitu tertusuk oleh tiga tombak yang dilempar oleh Joab ketika dirinya secara tidak sengaja tergantung di sebuah pohon. Kematian Absalom ini membuat Daud merasa sedih sehingga ia meratapi kematian anaknya itu. Hal ini menunjukkan betapa besar kasih sayang orang tua walaupun anaknya durhaka.

Maka istana dapat dikuasai sepenuhnya lagi oleh Daud. Keadaan ibu kota segera dipulihkan. Keamanan dan ketertiban dikembalikan seperti semula. Setelah segala sesuatu dirasakan aman, kembalilah Daud memasuki kota Yerusalem dan rakyat segera mengelu elukan kedatangannya di sepanjang jalan.

Putra mahkota Sulaiman mendampinginya menjalankan pemerintahan. Selagi Daud masih hidup, Sulaiman sudah bertindak selaku raja muda. Maka tatkala Daud wafat dalam usia yang sangat tua, Sulaiman menggantikannya.


***


10.  Wafat

Daud tutup usia di usianya yang sangat tua. Tatkala, Daud melagukan pujian pujian kepada Allah dengan suara yang merdu, semesta alam pun mendengarkannya dengan syahdu. Suaranya yang merdu, indah tak terlukiskan. Maka dengan izin Allah, gunung gunung, pohon pohon, dan burung burung ikut bertasbih memuja kebesaran Allah bersama Daud di waktu pagi dan sore. 

Daud memerintah selama 40 tahun lamanya. Sebagai nabi, Tuhan menurunkan kepadanya kitab suci Zabur dimana didalamnya berisi lagu lagu tasbih dan pujaan kepada Allah, serta kisah manusia dan nabi nabi terdahulu serta yang akan datang. 





monggo untuk di share ....


***


Catatan

A.  Israel adalah nama Nabi Yakub as yang digganti ketika menggeluti malaikat di tepi sungai tabok menurut kepercayaan Nasrani dan Yahudi. Mengartikan bahwa Bani Israel dan kedua belas sukunya adalah keturunan dari kedua belas anak Yakub :

1. Ruben
2. Simeon
3. Levi
4. Yehuda / Judah
5. Isaachar
6. Zahbulan
7. Benyamin
8. (Nabi) Yusuf (As)
9. Dan
10. Naphtali
11. Gad
12. Asyer

Kini, Israel sudah berkembang menjadi sebuah negara Yahudi di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai.

B.  Nama dalam Al - Quran adalah nama yang diubah ke dalam bahasa Arab. Seperti Allah yang dalam versi lainnya disebut sebagai Elohim, Ella, atau El. Itu mengapa penulis menyebut Thalut sebagai Saul dan Jalut sebagai Goliath (agar blog ini lebih unik).  Tidak terkecuali Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya karena mereka sudah termasuk orang Arab asli. 

Berikut nama nabi dalam versi arab dan versi lainnya.

Arab                   

Adam
Idris
Nuh
Hud 
Sholeh
Ibrahim
Luth
Ismail
Ishaq
Yaqub
Yusuf
Ayyub
Dzulkifli
Syuaib
Musa 
Harun
Daud 
Sulaiman
Ilyas
Ilyasa
Yunus
Zakaria
Yahya
Isa
Muhammad


Versi lain

Adam
Henokh
Noah
Eber
Salah
Abraham
Lot
Ishmael
Isaac
Jacob
Joseph
Yob / Job
Ezekiel
Jethro
Moses
Aharon / Aaron
David
Solomon
Elias
Eliasa
Yonah
Zechariah 
John
Jesus
Muhammad / Ahmad 


***





Blog ditulis oleh : Nabil Athaya Firdaus ( Lahir: 19 - 08 - 2003 )
Tanggal publikasi blog : Minggu, 29 - 04 - 2018

Sumber : Al - Quran dan hadis, Buku Sejarah Nabi dan Rasul, Wikipedia, Alkitab. 





- LAGU ANAK MUSLIM
NABI DAUD KECIL 

diupload oleh  *yeyen fadilah*





















Komentar